Ideabisnis.com - Dalam proyek konstruksi, efisiensi biaya bukan berarti memilih material dengan harga paling murah. Biaya justru dapat membengkak ketika material dibeli terlalu banyak, terbuang saat aplikasi, atau kurang sehingga pekerjaan harus terhenti dan dilakukan pembelian tambahan.
Karena itu, salah satu langkah penting dalam mengendalikan anggaran adalah menghitung kebutuhan material berdasarkan luas area dan daya sebar produk sebelum melakukan pembelian. Dengan perhitungan yang tepat, kebutuhan material dapat diperkirakan lebih akurat sekaligus membantu menyusun RAB secara lebih terukur.
1. Mulai dari Menghitung Luas Area
Langkah pertama adalah mengetahui luas bidang yang akan dikerjakan. Untuk dinding, hitung panjang atau keliling dinding kemudian kalikan dengan tinggi. Jangan lupa mengurangi area yang tidak membutuhkan material, seperti pintu dan jendela.
Sebagai contoh, ruangan berukuran 5 × 6 meter dengan tinggi 4 meter memiliki keliling 22 meter. Luas dindingnya adalah 22 × 4 = 88 m². Jika luas pintu dan jendela mencapai 5 m², maka area efektif menjadi 83 m². Cara yang sama dapat diterapkan untuk menghitung kebutuhan plester maupun acian.
Perhitungan ini menjadi dasar untuk menentukan berapa banyak material yang sebenarnya dibutuhkan.
2. Gunakan Daya Sebar Produk, Bukan Sekadar Perkiraan
Setelah mengetahui luas area, langkah berikutnya adalah melihat coverage atau daya sebar produk. Formula sederhananya:
Jumlah sak = Luas area ÷ daya sebar per sak
Misalnya, ECO-420 Perekat Keramik Dinding dan Lantai memiliki daya sebar sekitar 5 m² per sak 25 kg pada ketebalan aplikasi 3 mm. Untuk area 20 m², kebutuhan dasarnya sekitar 4 sak. Namun, kondisi substrat, ukuran keramik, metode aplikasi, dan potensi waste tetap perlu diperhitungkan.
3. Pilih Material Sesuai Jenis Pekerjaan
Efisiensi tidak hanya ditentukan oleh jumlah material, tetapi juga ketepatan produk untuk setiap aplikasi.
Untuk pasangan bata ringan, misalnya, menggunakan mortar perekat bata ringan yang dirancang untuk sistem thin-bed dengan aplikasi sekitar 2–3 mm. Sistem ini membantu proses pemasangan lebih cepat dibandingkan penggunaan campuran semen-pasir konvensional.
Untuk plesteran, material mortar instan memiliki komposisi yang diformulasikan secara konsisten sehingga kebutuhan material lebih mudah diperkirakan dan pekerjaan lebih terkontrol.
Sementara untuk finishing, tersedia acian instan baik yang berwarna abu-abu maupun putih. Pada ketebalan sekitar 1,5 mm, satu sak 40 kg dapat menutup sekitar 20 m² tergantung kondisi aplikasi dan produk yang digunakan.
Untuk proyek yang membutuhkan proses lebih ringkas, render dapat menjadi alternatif sistem plester sekaligus acian dalam satu aplikasi, sehingga kebutuhan material untuk dua tahap pekerjaan dapat disederhanakan.
4. Jangan Lupakan Faktor Cadangan Material
Perhitungan berdasarkan luas dan coverage merupakan angka dasar. Kondisi aktual di lapangan dapat membuat konsumsi material berbeda karena permukaan tidak rata, pemotongan, material yang tercecer, atau kebutuhan aplikasi tertentu.
Karena itu, menyediakan buffer material merupakan bagian dari perencanaan, bukan pemborosan. Besarnya cadangan dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kondisi proyek.
Untuk renovasi lantai, misalnya, perhitungan juga perlu memasukkan kebutuhan perekat, nat, jasa pemasangan, hingga biaya pembongkaran jika diperlukan. Pada kondisi lantai lama yang masih layak, metode tile-on-tile dapat menjadi alternatif untuk mengurangi biaya bongkar dan pembuangan puing.
5. Hitung Lebih Praktis dengan Kalkulator Eco Mortar
Menghitung luas area dan kebutuhan setiap produk secara manual bisa menjadi semakin rumit ketika proyek memiliki banyak ruangan dan jenis pekerjaan.
Untuk mempermudah proses tersebut, Kalkulator Eco Mortar (KALEM) dapat digunakan untuk mendapatkan estimasi kebutuhan material. Pengguna cukup memilih produk, memasukkan luas area, serta menentukan ketebalan aplikasi atau spesifikasi yang tersedia. Kalkulator kemudian menampilkan estimasi jumlah sak yang dibutuhkan.
Dengan alat ini, proses perencanaan pembelian material menjadi lebih praktis dan dapat membantu mengurangi risiko overbudget akibat pembelian berlebih maupun kekurangan material di tengah pekerjaan.
Efisiensi Dimulai dari Perhitungan yang Tepat
Menghemat biaya konstruksi bukan sekadar mencari material dengan harga terendah. Efisiensi yang lebih berkelanjutan dimulai dari menggunakan material yang tepat, menghitung kebutuhan secara akurat, dan mengendalikan waste.
Eco Mortar menyediakan berbagai solusi mortar untuk kebutuhan pasangan bata ringan, plester, acian, render, hingga perekat lantai. Untuk membantu memperkirakan kebutuhan sebelum membeli, gunakan Kalkulator dari Eco Mortar sehingga perencanaan material dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Dengan perhitungan yang lebih presisi sejak awal, setiap sak material yang dibeli dapat digunakan secara lebih optimal dan anggaran proyek pun lebih mudah dikendalikan.

